ikanhias.idCoba demo

Tanaman Aquascape: Jenis, Posisi, dan Cara Menanam untuk Pemula

Ditulis oleh Riki · Diperbarui

Tanaman aquascape adalah tanaman air yang ditata di akuarium untuk membentuk pemandangan bawah air. Cara termudah memilihnya adalah mengelompokkan menurut posisi dan cara tumbuh: latar belakang, tengah, karpet, tempel, lumut, dan apung. Untuk pemula, tanaman tempel dan tanaman batang yang tidak butuh CO2 adalah titik awal paling aman.

Di bawah ini kita bahas keenam kelompok itu, lalu data 21 tanaman aquascape yang dipakai di simulasi ikanhias.id: kebutuhan cahaya, kebutuhan CO2, dan kecepatan tumbuhnya. Setelah itu ada cara memilih dan cara menanamnya, supaya kamu tahu tanaman untuk aquascape mana yang cocok sebelum membeli.

Kenapa tanaman penting di aquascape?

Di aquascape, tanaman bukan sekadar hiasan. Keberhasilan sebuah aquascape justru dinilai dari kesehatan isinya: daun yang subur dan warnanya cerah. Selain itu, tanaman yang tumbuh cepat ikut menyerap nitrat dan fosfat dari air, nutrisi yang sama yang dipakai alga. Makin banyak tanaman yang sehat, makin sedikit sisa makanan untuk alga.

Itu juga sebabnya akuarium yang hampir kosong lebih mudah ditumbuhi alga. Simulasi kami ikut menghitungnya: rancangan dengan sedikit tanaman, terutama tanpa jenis yang cepat tumbuh, mendapat risiko alga lebih tinggi. Coontail dan Egeria densa sering dipakai di akuarium baru karena rakus menyerap nutrisi berlebih.

Jenis tanaman aquascape menurut posisi dan cara tumbuh

Penghobi biasanya membagi akuarium ke tiga lapisan: latar belakang (background), tengah (midground), dan depan (foreground). Setiap lapisan cocok untuk bentuk yang berbeda. Ditambah jenis yang ditempel di hardscape dan yang mengapung, jadinya ada enam kelompok.

1. Tanaman latar belakang (tanaman batang)

Kelompok ini tumbuh tegak dari satu batang dengan daun di setiap ruasnya. Contohnya Hygrophila polysperma, Water wisteria, Egeria densa, Cabomba, dan Coontail. Kelompok ini tumbuh paling cepat dan cepat menyerap nitrat serta fosfat dari air, sehingga membantu menekan alga di akuarium baru. Konsekuensinya, kamu harus rajin memangkas. Pucuk hasil pangkasan bisa ditancapkan lagi supaya rumpunnya makin rimbun.

2. Tanaman tengah (tanaman roset)

Kelompok roset menumbuhkan daun dari satu titik di pangkalnya, seperti Cryptocoryne, Amazon Sword, Echinodorus Vesuvius, dan Aponogeton. Hampir semua nutrisinya diambil lewat akar, jadi butuh substrat yang subur atau pupuk tablet akar. Yang rendah cocok di tengah, sedangkan Amazon Sword yang daunnya bisa mencapai 30–40 cm lebih cocok di belakang akuarium berukuran 60 cm ke atas.

3. Tanaman karpet

Karpet menjalar mendatar dan menutup dasar akuarium bagian depan. Contohnya Monte Carlo, Dwarf Baby Tears (HC Cuba), Marsilea hirsuta, dan Echinodorus tenellus. Kelompok ini paling sering membuat pemula kecewa, karena sebagian besar butuh cahaya terang, substrat bernutrisi, dan sering juga CO2. Perbandingan lengkapnya ada di artikel tanaman karpet untuk aquascape.

4. Tanaman tempel (epifit)

Java fern, Anubias, dan Bucephalandra punya rimpang, yaitu batang tebal yang menjalar mendatar. Rimpang ini tidak boleh dikubur karena akan busuk. Ikat dengan benang atau rekatkan dengan lem gel ke batu atau kayu. Kelompok ini tumbuh lambat dan jarang perlu dipangkas, sehingga paling ramah untuk aquascape pertama.

5. Lumut (moss)

Lumut seperti Java moss, Christmas moss, dan Blepharostoma juga ditempel di batu, kayu, atau jaring. Java moss termasuk tanaman air aquascape yang paling tahan banting. Ikat tipis-tipis, lalu biarkan menyebar sendiri. Butuh sekitar 2–3 bulan sampai permukaannya tertutup rapat.

6. Tanaman apung

Salvinia, red root floater, dan duckweed (lemna) mengapung di permukaan dengan akar menggantung ke air. Kelompok ini sangat cepat menyerap amonia dan nitrat, tapi juga cepat berkembang biak dan bisa menutupi cahaya untuk isi akuarium di bawahnya. Kalau memakainya, buang sebagian setiap minggu. Coontail juga bisa dibiarkan mengapung karena tidak berakar.

Data 21 tanaman aquascape di simulasi ikanhias.id

Simulasi kami memakai 21 tanaman aquascape untuk pemula. Masing-masing punya data posisi, kebutuhan cahaya, kebutuhan CO2 (tidak perlu, disarankan, atau wajib), dan kecepatan tumbuh. Data inilah yang menentukan bagaimana rancanganmu terlihat setelah 1, 3, dan 6 bulan.

TanamanPosisiCahayaCO2Tumbuh
Amazon SwordBelakangSedangTidak perluSedang
Aponogeton ulvaceusBelakangSedangTidak perluCepat
CoontailBelakangRendahTidak perluCepat
CabombaBelakangTinggiDisarankanCepat
Egeria densaBelakangRendahTidak perluCepat
Hygrophila polyspermaBelakangRendahTidak perluCepat
Water wisteriaBelakangRendahTidak perluCepat
Echinodorus LucanasBelakangRendahTidak perluSedang
Ludwigia repens (merah)TengahSedangDisarankanSedang
Bacopa ColorataTengahSedangDisarankanSedang
Echinodorus VesuviusTengahSedangDisarankanSedang
Cryptocoryne pontederiifoliaTengahRendahTidak perluLambat
Hydrocotyle leucocephalaTengahRendahTidak perluCepat
Monte CarloKarpetSedangWajibSedang
Dwarf Baby TearsKarpetTinggiWajibSedang
Marsilea hirsutaKarpetRendahTidak perluLambat
Echinodorus tenellusKarpetSedangDisarankanSedang
Bucephalandra Black PhantomTempelRendahTidak perluLambat
Java fern WindelovTempelRendahTidak perluLambat
Java mossTempelRendahTidak perluSedang
Blepharostoma (lumut)TempelSedangDisarankanLambat

Sumber: data tanaman di simulasi ikanhias.id.

Tanaman aquascape di simulasi setelah 6 bulan: tanaman batang di belakang, Ludwigia merah di tengah, lumut di batu, dan karpet di depan
Rancangan bawaan simulasi setelah 6 bulan dengan cahaya tinggi, CO2, pupuk, dan aquasoil. Tanaman batang di belakang, Ludwigia dan Bacopa yang kemerahan di tengah, Bucephalandra dan lumut di batu, empat jenis karpet di depan. (Sumber: simulasi ikanhias.id)

Tanaman aquascape yang mudah dan yang butuh CO2

Dari 21 tanaman di tabel, 13 tidak perlu CO2, 6 disarankan pakai CO2, dan hanya 2 yang wajib: Monte Carlo dan Dwarf Baby Tears. Di simulasi, jenis “disarankan” tetap hidup tanpa CO2 tapi tumbuh lebih lambat dan kurang rimbun, sedangkan yang “wajib” tidak menyebar dan mulai menguning setelah sekitar satu bulan.

Jadi kamu bisa membuat aquascape yang penuh tanpa tabung CO2, asal memilih dari kolom “tidak perlu”. Daftar pilihannya beserta cara tanam satu per satu ada di artikel tanaman tanpa CO2 untuk aquascape. Kalau kamu penasaran kapan injeksi karbon benar-benar diperlukan, baca apakah aquascape harus pakai CO2.

Tanaman aquascape tanpa CO2 setelah 6 bulan di simulasi: Amazon Sword, Aponogeton, tanaman batang, Java fern, dan karpet Marsilea hirsuta
Hanya tanaman berlabel “tidak perlu CO2”, setelah 6 bulan tanpa CO2 dengan cahaya sedang. Belakang dan tengah tetap rimbun, dan karpet Marsilea hirsuta menutup bagian depannya. (Sumber: simulasi ikanhias.id)

Catatan jujur soal Monte Carlo: simulasi kami menandai Monte Carlo “wajib CO2” supaya pemula tidak kecewa. Di dunia nyata, Monte Carlo masih bisa menjadi karpet tanpa CO2, tetapi butuh sekitar 3–6 bulan dan hasilnya kurang rapat.

Bagaimana cara memilih tanaman aquascape?

Pilih tanaman aquascape dengan mencocokkan kebutuhannya dengan peralatan dan waktu yang kamu punya, bukan dari foto yang paling bagus. Urutannya:

  1. Putuskan pakai CO2 atau tidak. Tanpa tabung CO2, ambil tanaman dari kelompok “tidak perlu”. Ini keputusan paling besar, karena menentukan karpet apa yang realistis.
  2. Cocokkan dengan lampu. Jenis bercahaya “tinggi” seperti Cabomba dan Dwarf Baby Tears akan kurus, pucat, atau rontok di bawah lampu redup. Tanaman merah seperti Ludwigia repens dan Bacopa Colorata hanya berwarna merah dengan cahaya tinggi dan pupuk yang cukup.
  3. Perhatikan ukuran akuarium. Amazon Sword bisa melebar sampai 40 cm, terlalu besar untuk akuarium 30–45 cm. Di akuarium kecil, pilih jenis tempel, lumut, dan Cryptocoryne.
  4. Sesuaikan dengan substrat. Tanaman yang makan lewat akar (Amazon Sword, Cryptocoryne, Echinodorus, dan karpet) lebih mudah di aquasoil. Di pasir biasa, siapkan pupuk tablet akar.
  5. Hitung waktu perawatanmu. Tanaman batang yang cepat tumbuh perlu dipangkas setiap 2–3 minggu. Kalau jarang sempat, perbanyak jenis tempel yang tumbuh lambat.
  6. Cek suhu dan pH. Sebagian besar isi tabel cocok di 22–28 °C dengan pH 6–7,5. Pengecualiannya Blepharostoma, yang lebih suka air di bawah 26 °C.

Saat membeli, kamu akan menemukan tanaman dalam pot, ikatan, atau tissue culture (dalam cup berisi gel). Tissue culture ditumbuhkan di lingkungan steril sehingga tidak membawa hama, siput, atau alga. Untuk tanaman karpet, satu cup biasanya cukup untuk menutup sekitar 10 × 10 cm.

Cara menanam tanaman aquascape

  1. Tata hardscape dulu. Letakkan batu dan kayu sebelum menanam, karena tanaman tempel akan diikat ke sana.
  2. Bersihkan bibit. Lepaskan dari pot, atau bilas gel tissue culture sebanyak mungkin.
  3. Susun dari yang tinggi di belakang ke yang pendek di depan. Pakai pinset panjang untuk tanaman kecil. Untuk tanaman roset, pastikan pangkal daunnya tidak tertimbun substrat.
  4. Ikat tanaman tempel. Java fern, Anubias, Bucephalandra, dan lumut diikat atau dilem ke batu dan kayu, bukan ditanam.
  5. Tanam karpet terakhir. Pecah tanaman karpet menjadi potongan kecil, lalu tanam dengan jarak 2–3 cm supaya lebih cepat menutup.
  6. Isi air pelan-pelan. Tuang di atas piring atau plastik sebagai alas supaya substrat dan tanaman tidak berantakan.

Jangan panik kalau beberapa daun menguning atau “meleleh” di minggu pertama. Banyak tanaman dijual dalam bentuk emersed (tumbuh di udara), dan tanaman seperti Cryptocoryne melepas daun lamanya setelah masuk air. Daun baru biasanya muncul dalam 2–4 minggu.

Tanaman aquascape untuk akuarium kecil

Akuarium 30–45 cm (sekitar 13–30 liter) tidak muat untuk semua jenis. Pilih yang tetap kecil atau mudah dikendalikan:

  • Cocok: Bucephalandra, Java fern, Java moss, Cryptocoryne, dan karpet Marsilea hirsuta. Semuanya tumbuh lambat dan tidak cepat menyentuh permukaan.
  • Hindari: Amazon Sword, yang bisa melebar sampai 40 cm, dan Aponogeton ulvaceus, yang daunnya bergelombang dan bisa mencapai panjang sekitar 60 cm sampai ke permukaan.
  • Hati-hati: Hydrocotyle leucocephala dan tanaman batang yang cepat tumbuh. Boleh dipakai, tapi harus dipangkas lebih sering karena cepat sampai ke permukaan.

Kesalahan pemula saat memilih tanaman aquascape

  • Mengubur rimpang. Java fern, Anubias, dan Bucephalandra yang rimpangnya tertutup pasir bisa busuk dan mati dalam beberapa minggu.
  • Mencampur kebutuhan cahaya. Dwarf Baby Tears dan Cabomba di bawah lampu redup, bersebelahan dengan Anubias, hampir pasti gagal. Samakan dulu kebutuhan cahayanya.
  • Mencabut Cryptocoryne yang meleleh. Daunnya rontok di minggu pertama itu normal, bukan mati.
  • Menanam terlalu sedikit. Akuarium yang jarang isinya memberi ruang untuk alga. Lebih aman mulai dengan banyak jenis yang mudah dan cepat tumbuh, lalu menggantinya pelan-pelan.
  • Mengejar karpet tanpa CO2. Kalau foto inspirasimu memakai karpet Dwarf Baby Tears, cek dulu apakah kamu siap memakai tabung CO2.

Pada dasarnya tanaman aquascape sama dengan tanaman akuarium lain. Bedanya ada di cara memilih dan menatanya: setiap jenis ditempatkan sesuai posisi dan kebutuhannya supaya membentuk satu pemandangan yang utuh.

Merawat tanaman aquascape setelah ditanam

Tanaman aquascape butuh tiga hal yang seimbang: cahaya, nutrisi, dan karbon. Nyalakan lampu 6–8 jam sehari dengan timer, beri pupuk cair 1–2 kali seminggu, dan tambahkan pupuk tablet di dekat akar tanaman roset. Bedanya pupuk dasar, pupuk cair, dan tablet akar dibahas di artikel pupuk aquascape.

Pangkas tanaman batang sebelum menyentuh permukaan, buang daun yang mati, dan ganti sebagian air setiap minggu. Panduan rutinnya, termasuk jadwal ganti air, ada di cara merawat aquascape.

Mau tahu tanaman aquascape mana yang cocok untuk akuarium dan peralatanmu? Di simulasi aquascape ikanhias.id, kamu bisa menata ke-21 tanaman ini, mematikan CO2 atau mengubah cahaya, lalu melihat hasilnya setelah 6 bulan sebelum membeli satu pun.

Sumber

Pertanyaan yang sering muncul

Tanaman aquascape apa yang paling mudah untuk pemula?

Java fern, Anubias, Bucephalandra, dan Java moss. Keempatnya cukup ditempel di batu atau kayu, tahan cahaya rendah, dan tidak butuh CO2. Untuk bagian belakang, Hygrophila polysperma dan Egeria densa juga mudah dan tumbuh cepat.

Apakah tanaman aquascape harus pakai CO2?

Tidak semuanya. Dari 21 tanaman di simulasi ikanhias.id, 13 tidak perlu CO2, 6 disarankan pakai CO2, dan hanya 2 yang ditandai wajib, yaitu Monte Carlo dan Dwarf Baby Tears. Keduanya tanaman karpet.

Apa bedanya tanaman aquascape dan tanaman akuarium biasa?

Tanamannya sama. Tanaman aquascape adalah tanaman akuarium yang dipilih dan ditata menurut posisi (belakang, tengah, depan, atau ditempel di hardscape) supaya membentuk pemandangan bawah air, bukan sekadar hiasan.

Kenapa daun tanaman aquascape baru meleleh?

Banyak tanaman dijual dalam bentuk emersed, yaitu tumbuh di udara di kebun pembibitan. Setelah masuk air, tanaman seperti Cryptocoryne melepas daun lamanya dan menumbuhkan daun baru dalam 2–4 minggu. Jangan dicabut selama rimpang atau akarnya masih keras.

Tanaman aquascape lebih baik ditanam di pasir atau aquasoil?

Tergantung tanamannya. Tanaman yang makan lewat akar, seperti Amazon Sword, Cryptocoryne, dan tanaman karpet, lebih mudah tumbuh di aquasoil. Di pasir biasa, tambahkan pupuk tablet akar. Tanaman tempel seperti Java fern dan Anubias tidak butuh substrat sama sekali.