10 Tanaman Tanpa CO2 untuk Aquascape Pemula
Ditulis oleh Riki · Diperbarui
Tanaman aquascape tanpa CO2 yang paling mudah adalah Java fern, Anubias, Bucephalandra, Java moss, dan Cryptocoryne. Semuanya tumbuh lambat dan tahan cahaya rendah, jadi cocok untuk aquascape pemula yang tidak memakai tabung CO2. Di bawah ini ada 10 pilihan, lengkap dengan posisi, cara tanam, dan kecepatan tumbuhnya.
Daftar tanaman tanpa CO2 untuk aquascape
- Java fern
- Anubias
- Bucephalandra
- Java moss
- Cryptocoryne
- Amazon Sword
- Hygrophila polysperma
- Egeria densa
- Coontail
- Marsilea hirsuta
| Tanaman | Posisi | Tumbuh | Cara tanam |
|---|---|---|---|
| Java fern | Tempel di batu/kayu | Lambat | Ikat rimpangnya, jangan dikubur |
| Anubias | Tempel di batu/kayu | Lambat | Ikat atau lem ke hardscape |
| Bucephalandra | Tempel di batu | Lambat | Ikat atau lem, jangan dikubur |
| Java moss | Tempel di kayu/jaring | Sedang | Ikat tipis-tipis |
| Cryptocoryne | Tengah | Lambat | Tanam di substrat + pupuk akar |
| Amazon Sword | Belakang | Sedang | Tanam, pangkal daun di atas substrat |
| Hygrophila polysperma | Belakang | Cepat | Tancapkan batangnya |
| Egeria densa | Belakang | Cepat | Tancapkan batangnya |
| Coontail | Belakang / apung | Cepat | Tancapkan atau apungkan |
| Marsilea hirsuta | Karpet depan | Lambat | Tanam potongan kecil |
Kecepatan tumbuh mengikuti data tanaman di simulasi ikanhias.id.
Kenapa tanaman ini bisa tumbuh tanpa CO2?
Di aquascape tanpa CO2, karbon hanya datang sedikit dari napas ikan. Jenis yang tumbuh lambat dan biasa hidup di tempat teduh tetap bisa berkembang dengan karbon sesedikit itu. Itulah kenapa hampir semua tanaman aquascape tanpa CO2 punya ciri yang sama: daunnya tebal, tumbuhnya pelan, dan tahan cahaya rendah. Hasilnya memang lebih lambat, dan justru itu intinya: lebih jarang dipangkas, dan alga tidak mudah muncul.

1. Java fern
Java fern (Microsorum pteropus) adalah salah satu tanaman paling tahan banting: butuh cahaya rendah dan CO2 rendah. Ikat rimpangnya (batang yang menjalar) ke batu atau kayu dengan benang atau lem. Jangan kubur rimpangnya di pasir, karena rimpang yang terkubur kekurangan oksigen dan akan busuk. Akarnya boleh menjalar ke substrat.
2. Anubias
Anubias hampir tidak bisa mati selama ditempel di hardscape dan dibiarkan. Varietasnya banyak, misalnya Anubias nana dan Anubias barteri. Kalau daunnya ditumbuhi bintik alga hijau, oleskan hidrogen peroksida encer dengan suntikan di bagian yang terkena.
3. Bucephalandra
Bucephalandra adalah tanaman asli Kalimantan (Borneo) yang di alam tumbuh menempel di batu dan kayu di tepi sungai berarus deras. Tanaman ini mudah, tumbuh lambat, dan tidak butuh CO2. Seperti Java fern, rimpangnya jangan pernah dikubur. Ikat atau lem ke batu lava, batu biasa, atau kayu.
4. Java moss
Java moss (Taxiphyllum barbieri) bisa tumbuh di hampir semua permukaan: kayu, batu, sampai jaring. Ikat tipis-tipis, nanti akan menyebar sendiri. Rapikan kalau sudah terlalu lebat.
5. Cryptocoryne
Cryptocoryne cocok untuk bagian tengah. Hal yang sering membuat pemula panik: daunnya “meleleh” setelah ditanam. Ini normal: tanaman yang sebelumnya tumbuh di udara (emersed) melepas daunnya setelah masuk air. Jangan dicabut; selama rimpangnya masih keras, daun baru biasanya muncul dalam 2–4 minggu. Cryptocoryne makan lewat akar, jadi beri pupuk tablet di dekat akarnya.
6. Amazon Sword
Amazon Sword tidak butuh CO2, tetapi tumbuh lebih cepat kalau diberi CO2. Tanaman ini bisa tumbuh lebih dari 50 cm, jadi taruh di bagian belakang akuarium yang cukup besar. Nutrisinya hampir semua lewat akar, jadi pupuk cair saja tidak cukup: beri pupuk tablet akar setiap 3–4 bulan. Saat menanam, pastikan pangkal daunnya tidak tertimbun pasir.
7. Hygrophila polysperma
Tanaman batang ini mudah, tahan cahaya rendah, dan tidak butuh CO2. Kecepatannya bisa beberapa sentimeter per minggu bahkan di aquascape low-tech, jadi pangkas pucuknya secara rutin. Potongannya bisa ditanam lagi.
8. Egeria densa
Egeria densa tumbuh cepat dan menyerap banyak nutrisi dari air, sehingga membantu mencegah alga. Kebutuhan CO2-nya rendah, dan pertumbuhannya sangat bergantung pada cahaya dan nutrisi yang tersedia.
9. Coontail
Coontail (Ceratophyllum demersum) tidak berakar, jadi bisa ditancapkan atau dibiarkan mengapung. Tanaman ini tidak butuh CO2 tambahan dan sangat cepat menyerap nutrisi, sehingga ikut membantu menekan alga.
10. Marsilea hirsuta
Kalau kamu ingin karpet tanpa CO2, Marsilea hirsuta adalah pilihannya. Tanaman “semanggi” kecil ini termasuk sedikit tanaman karpet yang bisa menyebar tanpa CO2, meski paling lambat. Karpet yang dengan CO2 butuh 3 minggu bisa butuh 6–8 minggu tanpa CO2. Beri cahaya yang cukup, karena kalau kurang, daunnya memanjang ke atas.
Cara menata tanaman tanpa CO2 di aquascape
Tanaman aquascape biasanya dibagi ke tiga lapisan: belakang (background), tengah (midground), dan depan (foreground). Ditambah satu kelompok lagi, yaitu tanaman yang ditempel di batu atau kayu. Dengan 10 tanaman di atas, kamu sudah bisa mengisi semuanya tanpa tabung CO2:
- Belakang: Amazon Sword sebagai pusat perhatian, ditemani tanaman batang yang cepat tumbuh seperti Hygrophila polysperma, Egeria densa, atau Coontail. Ketiganya juga membantu menyerap nutrisi berlebih.
- Tengah: Cryptocoryne. Tanam beberapa rumpun dan beri pupuk tablet di dekat akarnya.
- Depan: Marsilea hirsuta sebagai karpet. Sabar, karena karpet tanpa CO2 menyebar paling lambat.
- Batu dan kayu: Java fern, Anubias, Bucephalandra, dan Java moss. Kelompok ini paling mudah karena tidak perlu ditanam di substrat sama sekali.
Kalau ini aquascape pertamamu, mulai dari kelompok batu dan kayu dulu. Tanaman aquascape tanpa CO2 yang ditempel hampir tidak bisa gagal, dan kamu bisa menambah tanaman berakar setelah terbiasa merawatnya.
Tanaman yang sebaiknya pakai CO2
Tidak semua jenis cocok untuk aquascape tanpa CO2. Dwarf Baby Tears (HC Cuba) dan Glossostigma mudah meleleh tanpa cahaya kuat dan CO2. Monte Carlo masih bisa tumbuh tanpa CO2, tetapi butuh 3–6 bulan untuk menutup, dibanding 4–8 minggu dengan CO2. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apakah aquascape harus pakai CO2.
Cara merawat aquascape tanpa CO2
- Nyalakan lampu LED sekitar 6–7 jam sehari. Lampu yang lebih lama lebih menguntungkan alga daripada tanaman.
- Beri pupuk cair all-in-one 1–2 kali seminggu dengan setengah dosis anjuran.
- Untuk tanaman berakar (Cryptocoryne, Amazon Sword), tekan pupuk tablet 2–3 cm ke substrat setiap 8–12 minggu.
- Ganti 20–25% air setiap minggu dan jangan memberi pakan berlebihan.
- Udang Neocaridina, Otocinclus, atau siput nerite membantu membersihkan alga ringan.
Dengan perawatan sederhana ini, tanaman aquascape tanpa CO2 bisa bertahan lama tanpa banyak dipangkas. Mau tahu tanaman mana yang cocok untuk rancanganmu? Di simulasi aquascape ikanhias.id, setiap tanaman ditandai CO2 “tidak perlu”, “disarankan”, atau “wajib”, dan kamu bisa melihat hasilnya setelah 6 bulan. Dari situ kamu bisa memilih tanaman aquascape tanpa CO2 yang paling cocok sebelum membelinya.
Sumber
- Gensou: Low-Light No-CO2 Aquascape Guide (Anubias, Java moss, lampu, pupuk, perawatan)
- Gensou: Aquarium CO2 Guide (tanaman low-tech dan high-tech)
- Gensou: Marsilea Hirsuta Care Guide
- Gensou: Monte Carlo Plant Guide
- Gensou: How to Fix Cryptocoryne Melt
- Gensou: Amazon Sword Care Guide
- Gensou: Hygrophila Polysperma Care Guide
- Aquarium Breeder: Bucephalandra Care Guide
- Betta Botanicals: Java Fern (rimpang Java fern)
- Tropica: Egeria densa
- Flowgrow: Ceratophyllum demersum
Pertanyaan yang sering muncul
Tanaman tanpa CO2 apa yang paling mudah untuk pemula?
Java fern, Anubias, dan Java moss. Ketiganya tumbuh dengan cahaya rendah, tidak perlu substrat khusus, dan cukup ditempel di batu atau kayu.
Apakah tanaman tanpa CO2 tetap butuh pupuk?
Tetap butuh, tapi sedikit. Pupuk cair all-in-one cukup diberi 1–2 kali seminggu dengan setengah dosis anjuran. Tanaman berakar seperti Cryptocoryne dan Amazon Sword sebaiknya diberi pupuk tablet akar setiap 8–12 minggu.
Apakah tanaman aquascape tanpa CO2 tetap butuh lampu?
Tetap butuh, tapi tidak perlu terang. Lampu LED biasa sekitar 15–30 lumen per liter dengan warna 6.500 K sudah cukup. Nyalakan 6–7 jam sehari; lebih lama dari itu lebih banyak mengundang alga daripada mempercepat tanaman.
Apakah bisa membuat karpet tanpa CO2?
Bisa, dengan Marsilea hirsuta. Tanaman semanggi ini salah satu dari sedikit tanaman karpet yang menyebar tanpa CO2, meski lambat. Monte Carlo juga bisa, tapi butuh 3–6 bulan untuk menutup.
Kenapa daun Cryptocoryne saya meleleh?
Itu normal. Cryptocoryne yang sebelumnya tumbuh di udara (emersed) melepas daunnya setelah masuk air. Biarkan saja, jangan dicabut. Selama rimpangnya masih keras, daun baru biasanya muncul dalam 2–4 minggu.