ikanhias.idCoba demo

Batu Aquascape: Jenis yang Aman dan Cara Menatanya

Ditulis oleh Riki · Diperbarui

Batu aquascape adalah batu hias yang menjadi kerangka utama sebuah aquascape, bersama kayu dan pasir. Untuk pemula, pilih jenis yang inert atau tidak mengubah kimia air, seperti batu lava, dragon stone (ohko), dan slate. Seiryu memang populer, tetapi menaikkan pH dan kesadahan. Bebatuan dari alam boleh dipakai asal lolos uji cuka.

Di panduan ini kamu akan menemukan jenis yang paling sering dipakai, mana yang sebaiknya dihindari, cara mengujinya, cara membersihkannya, sampai cara menatanya supaya terlihat alami.

Apa fungsi batu di aquascape?

Bebatuan, kayu, dan substrat disebut hardscape: bagian mati yang membentuk struktur lanskap sebelum tanaman ditanam. Di dalam akuarium, hardscape punya beberapa tugas sekaligus:

  • Membentuk titik fokus dan kedalaman. Bongkahan besar menarik mata, sementara yang kecil membuat lapisan dari depan ke belakang.
  • Tempat menempel tanaman tempel. Permukaan kasar dan berpori ideal untuk moss, Java fern, dan Bucephalandra, yang rimpangnya tidak boleh dikubur di substrat.
  • Rumah bakteri baik. Pori-pori lava rock menjadi tempat koloni bakteri, sehingga sering dipakai juga sebagai media filter biologis.
  • Tempat bersembunyi ikan, terutama ikan yang pemalu.

Karena hardscape dipasang sebelum air dan tanaman masuk, mengganti susunannya nanti jauh lebih repot. Itu sebabnya memilih batu aquascape layak dipikirkan sejak awal.

Jenis batu aquascape yang populer

Hal terpenting dari setiap jenis bukan warnanya, tetapi pengaruhnya pada air. Bahan yang mengandung kalsium karbonat pelan-pelan menaikkan KH (kesadahan karbonat) dan pH. Ini perbandingan jenis yang paling sering kamu temui di toko:

JenisTampilanPengaruh ke air
SeiryuAbu-abu kebiruan, bersudut tajam, urat putihMenaikkan KH dan pH
RyuohAbu-abu gelap, sudut tajam, lebih kasar dari seiryuSedikit menaikkan KH
Dragon stone (ohko)Cokelat muda, berongga seperti sarang lebah, ringanInert
Batu lavaHitam atau merah kecokelatan, berpori, ringanInert
MantenAbu-abu arang, kasar dan bersudutInert
Fosil kayu (petrified wood)Cokelat, bertekstur seperti kayu, padatInert
SlateAbu-abu sampai hitam, berlapis tipisInert
Yamaya (batu gunung)Abu-abu cokelat dengan lapisan merah atau oranyeBisa sedikit menaikkan KH
Batu kaliHalus dan membulatUmumnya inert, tetap uji dulu

Fosil kayu adalah kayu yang berubah menjadi mineral lewat proses yang sangat panjang, jadi cocok untuk menyambungkan tampilan bebatuan dan kayu. Slate yang berlapis sering dipakai untuk membuat gua dan teras. Kalau kamu menyukai tampilan seiryu tetapi memelihara udang atau ingin air yang lunak, dragon stone dan lava rock adalah pengganti yang lebih aman.

Seiryu sendiri tidak harus dihindari. Ia tetap cocok untuk akuarium dengan air yang memang sadah. Kalau kamu memakainya, jangan terlalu banyak dan cek KH serta pH secara rutin selama beberapa minggu pertama.

Batu apa yang tidak boleh untuk aquascape?

Bahan yang mengandung banyak kapur atau kalsium sebaiknya tidak masuk ke akuarium air tawar bertanaman, karena menaikkan kesadahan air dan bisa membuat ikan stres. Hindari juga:

  • Kapur, marmer, dan karang: semuanya berbuih saat ditetesi cuka.
  • Pirit, yang berkilau kuning seperti emas dengan kristal kotak: bisa teroksidasi dan melepaskan asam sulfat yang menjatuhkan pH.
  • Bongkahan berurat hijau atau biru, tanda kandungan tembaga.
  • Pinggiran yang terlalu tajam, karena bisa melukai ikan.

Apakah batu biasa bisa untuk aquascape?

Bisa, asal kamu mengujinya dulu. Bongkahan dari sungai atau kebun tidak selalu aman, karena sebagian mengandung kapur. Ada dua uji sederhana:

  1. Uji cuka. Bersihkan permukaannya, lalu teteskan beberapa tetes cuka putih. Kalau berbuih atau mendesis, bahan itu mengandung kalsium karbonat dan akan menaikkan kesadahan air.
  2. Uji rendam. Ukur GH, KH, dan pH air RO atau air suling, rendam bongkahannya, lalu ukur lagi setelah 48 jam, 1 minggu, dan 2 minggu. Kalau GH atau KH naik, atau pH bergeser lebih dari 0,2–0,3, berarti ada mineral yang larut.

Lolos uji cuka belum menjamin aman, karena bahan yang mengandung sulfida seperti pirit tidak berbuih. Uji rendam adalah cara yang paling bisa diandalkan.

Cara membersihkan batu aquascape sebelum dipakai

  1. Sikat dengan sikat kaku di bawah air mengalir. Sikat gigi bekas membantu menjangkau pori-pori.
  2. Jangan memakai sabun atau deterjen. Sisanya berbahaya bagi penghuni akuarium.
  3. Untuk bongkahan dari alam, rendam 30 menit dalam larutan 1 bagian pemutih dan 19 bagian air, bilas sampai bersih, lalu keringkan selama 24 jam.

Cara memilih batu aquascape

Sesuaikan dengan tema

Gaya iwagumi bertumpu pada susunan bebatuan dan biasanya memakai seiryu, shou, atau manten. Gaya lain lebih bebas. Apa pun temanya, pakai satu jenis dengan warna dan tekstur yang sama supaya lanskap terlihat menyatu.

Perhatikan tekstur

Permukaan kasar dan berpori, seperti lava rock atau dragon stone, ideal untuk menempelkan moss dan tanaman epifit. Bongkahan sungai yang halus juga bisa, tetapi tanaman perlu diikat dulu sampai akarnya mencengkeram.

Jangan berlebihan

Terlalu banyak hardscape mengurangi ruang berenang ikan, dan kalau jenisnya menaikkan pH, efeknya makin besar. Lebih baik sedikit bongkahan dengan bentuk yang menarik daripada banyak yang biasa saja.

Cara menata batu aquascape

  1. Taruh bongkahan terbesar lebih dulu, di sekitar sepertiga panjang akuarium, bukan tepat di tengah. Inilah titik fokusnya.
  2. Tambahkan yang lebih kecil di sekitarnya untuk membuat lapisan. Jumlahnya biasanya ganjil, supaya tidak terlihat simetris.
  3. Ikuti satu arah. Miringkan semuanya ke arah yang sama, seperti bebatuan sungai yang condong mengikuti arus.
  4. Mundur beberapa langkah dan lihat dari depan. Geser bagian yang terlalu padat atau terlalu kosong, lalu ulangi.

Dalam iwagumi, setiap bongkahan punya peran. Oyaishi adalah yang utama dan paling besar, ditempatkan di titik fokus. Fukuishi lebih kecil dengan warna dan tekstur yang sama, ditaruh di sampingnya untuk keseimbangan. Soeishi lebih kecil lagi, dan suteishi adalah pelengkap yang sering tertutup tanaman.

Batu, kayu, dan pasir: tiga bagian hardscape

Bebatuan jarang berdiri sendiri. Kayu memberi garis dan cabang yang tidak bisa dibuat oleh bongkahan mineral, dan substrat menentukan apakah tanaman bisa tumbuh subur. Panduan lengkapnya ada di artikel kayu aquascape dan cara merendamnya dan pasir aquascape atau soil. Kalau kamu baru mulai dari nol, urutan lengkapnya, dari menata hardscape sampai mengisi air, ada di cara membuat aquascape.

Batu aquascape di simulasi ikanhias.id

Simulator kami memakai batu lava: berpori, ringan, dan tidak menaikkan pH. Di tampilan atas kamu bisa menaruhnya, memutarnya, dan mengubah ukurannya, lalu melihat hasilnya dari depan.

Simulasi batu aquascape: susunan batu lava hitam berpori di atas aquasoil miring, hari pertama tanpa tanaman
Hari pertama: hanya batu lava di atas aquasoil yang dibuat miring ke belakang, bongkahan terbesar di sepertiga kiri. (Sumber: simulasi ikanhias.id)

Tanaman tempel yang kamu taruh di atas lava rock akan menempel di sana. Setelah 6 bulan, moss dan Java fern menutupi sebagian permukaannya.

Simulasi batu aquascape setelah 6 bulan: moss dan Java fern menempel di batu lava dan kayu, tanpa CO2, dengan ikan neon tetra
6 bulan, cahaya sedang, tanpa CO2, hanya tanaman tempel: moss dan Java fern tumbuh di bebatuan dan kayu. Simulasi mencatat “alga mulai tumbuh di batu” karena tanamannya sedikit dan lambat. (Sumber: simulasi ikanhias.id)

Itu juga pelajaran penting: aquascape yang didominasi hardscape dengan sedikit tanaman lebih mudah ditumbuhi alga, karena tidak ada yang menyerap sisa nutrisi. Tambahkan tanaman yang tumbuh cepat, atau pilih tanaman tanpa CO2 yang tahan cahaya rendah. Coba susun batu aquascape versimu sendiri di simulasi aquascape ikanhias.id, lalu majukan waktunya sampai 6 bulan.

Sumber

Pertanyaan yang sering muncul

Batu aquascape apa yang paling aman untuk pemula?

Batu yang inert, artinya tidak mengubah pH dan kesadahan air. Contohnya batu lava, dragon stone (ohko), manten, slate, dan fosil kayu. Batu lava juga ringan dan berpori, jadi moss dan Java fern mudah menempel.

Apakah batu seiryu menaikkan pH?

Ya. Seiryu mengandung kalsium karbonat, jadi pelan-pelan menaikkan KH dan pH. Batu ini masih cocok untuk air yang memang sadah, tapi kurang cocok untuk akuarium udang atau air lunak. Kalau tetap memakainya, cek KH dan pH secara rutin.

Apakah batu kali atau batu dari alam bisa untuk aquascape?

Bisa, asal lolos uji cuka dan dibersihkan dulu. Teteskan cuka putih: kalau berbuih, batu mengandung kapur dan sebaiknya tidak dipakai. Batu yang lolos disikat, direndam 30 menit dalam larutan 1 bagian pemutih dan 19 bagian air, dibilas, lalu dikeringkan 24 jam.

Berapa jumlah batu yang ideal dalam aquascape?

Biasanya ganjil, supaya susunan tidak terlihat simetris. Gaya iwagumi mengenal empat peran batu: oyaishi sebagai batu utama, fukuishi, soeishi, dan suteishi sebagai batu pelengkap.

Bagaimana cara membersihkan batu aquascape?

Sikat di bawah air mengalir dengan sikat kaku atau sikat gigi bekas supaya pori-porinya bersih. Jangan memakai sabun atau deterjen, karena sisa sabun berbahaya bagi ikan.